Perancangan Aplikasi Rute Perjalanan Wisata pada Sistem ...€¦ · Perancangan Aplikasi Rute...

of 23 /23
Perancangan Aplikasi Rute Perjalanan Wisata pada Sistem Informasi Pariwisata berbasis Web (Studi Kasus: Pulau Ambon) Artikel Ilmiah Peneliti: Hennie Tuhuteru (672009252) Michael Bezaleel Wenas, S.Kom., M.Cs. Yesaya Sandang, M.Hum. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga April 2015

Embed Size (px)

Transcript of Perancangan Aplikasi Rute Perjalanan Wisata pada Sistem ...€¦ · Perancangan Aplikasi Rute...

  • Perancangan Aplikasi Rute Perjalanan Wisata pada

    Sistem Informasi Pariwisata berbasis Web

    (Studi Kasus: Pulau Ambon)

    Artikel Ilmiah

    Peneliti: Hennie Tuhuteru (672009252)

    Michael Bezaleel Wenas, S.Kom., M.Cs.

    Yesaya Sandang, M.Hum.

    Program Studi Teknik Informatika

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga

    April 2015

  • Perancangan Aplikasi Rute Perjalanan Wisata pada

    Sistem Informasi Pariwisata berbasis Web

    (Studi Kasus: Pulau Ambon)

    Artikel Ilmiah

    Diajukan kepada

    Fakultas Teknologi Informasi

    untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer

    Peneliti: Hennie Tuhuteru (672009252)

    Michael Bezaleel Wenas, S.Kom., M.Cs.

    Yesaya Sandang, M.Hum.

    Program Studi Teknik Informatika

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga

    April 2015

  • Perancangan Aplikasi Rute Perjalanan Wisata pada Sistem

    Informasi Pariwisata berbasis Web

    (Studi Kasus: Pulau Ambon)

    1) Hennie Tuhuteru, 2) Michael Bezaleel Wenas, 3) Yesaya Sandang

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia

    Email: 1)[email protected], 2)[email protected], 3)[email protected]

    Abstract

    Ambon Island is one of the islands in the Maluku islands that since the first famous

    for a variety of crops, beautiful natural scenery and local culture. According to statistics

    the number of tourists who come generally in Maluku in 2012 is still dominated by

    domestic tourists. The many attractions on the island of Ambon does not necessarily make

    the tourists interested in visiting. This is due to limitations detailed information about

    attractions that will be addressed. This research aims to design a travel route application

    on a web-based tourism information system on the island of Ambon. The results of the

    research is the application of a travel route who can help tourists in providing support

    scheduling or planning a tour, and cost savings by minimizing the distance and / or time

    required in a particular area on the island of Ambon.

    Keywords: GIS, Ambon, Travel Route

    Abstrak

    Pulau Ambon merupakan salah satu pulau di kepulauan Maluku yang sejak dahulu

    terkenal dengan berbagai hasil bumi, panorama alam yang indah dan kebudayaan

    masyarakat setempat. Berdasarkan statistik jumlah wisatawan yang datang secara umum

    di Maluku pada tahun 2012 masih didominasi oleh wisatawan domestik. Banyaknya

    objek wisata di pulau Ambon tidak serta merta membuat para wisatawan tertarik untuk

    berkunjung. Hal ini diakibatkan karena keterbatasan informasi secara rinci tentang objek

    wisata yang akan dituju. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi rute perjalanan

    wisata pada sistem informasi pariwisata berbasis web di pulau Ambon. Hasil dari

    penelitian adalah aplikasi rute perjalanan wisata yang dapat membantu wisatawan dalam

    memberikan dukungan penjadwalan atau perencanaan tur, dan penghematan biaya

    dengan meminimalkan jarak tempuh dan/atau waktu yang dibutuhkan pada suatu daerah

    khususnya di Pulau Ambon.

    Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, Ambon, Rute Perjalanan

    1) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya

    Wacana 2) Staf Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana. 3) Staf Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana.

  • 1

    1. Pendahuluan

    Pulau Ambon merupakan salah satu pulau di kepulauan Maluku yang

    sejak dahulu terkenal dengan berbagai macam hasil bumi, panorama alam dan

    juga kebudayaan. Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku, lebih

    berkembang jika dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya. Hal ini dapat dilihat

    dari pembangunan dan populasi masyarakat yang bertambah tiap tahun.

    Berdasarkan Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, terjadi peningkatan laju

    pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan dari tahun 2009 1,2% menjadi

    21% pada tahun 2012[1]. Panorama alam dan kebudayaan yang dimiliki

    menjadikan pulau Ambon sebagai salah satu tujuan wisata baik oleh para

    wisatawan domestik maupun mancanegara. Berdasarkan statistik, wisatawan

    domestik yang datang berkunjung pada tahun 2012 di Maluku sejumlah 62.900

    orang, sedangkan wisatawan mancanegara berjumlah 17.820[2]. Sampai dengan

    Tahun 2008 di Kota Ambon terdapat 39 objek wisata, berupa 24 objek wisata

    alam dan 15 objek wisata budaya dengan penyebarannya yaitu untuk Kecamatan

    Nusaniwe 12 objek wisata alam dan 2 objek wisata sejarah serta budaya.

    Kecamatan Sirimau, 3 objek wisata alam dan 8 objek budaya dan sejarah.

    Kecamatan Baguala 7 objek wisata alam dan Budaya dan 4 objek wisata sejarah.

    Selain itu, sejumlah objek wisata di dua Kecamatan yaitu di Kecamatan Teluk

    Ambon dan Kecamatan Leitimur Selatan sampai saat ini belum dikembangkan[2].

    Terbatasnya sumber informasi terperinci tentang objek wisata yang

    terdapat di Pulau Ambon tersebut, menjadi salah satu faktor penyebab banyaknya

    objek wisata tidak dikenal atau tidak menarik bagi masyarakat. Ketika para

    wisatawan datang ke suatu kota atau daerah, mereka tidak dapat mengunjungi

    setiap tempat yang menarik karena waktu dan budget [3], sehingga diperlukan

    informasi yang lengkap untuk membuat perencanaan perjalanan wisata.

    Sistem informasi dapat dikembangkan dengan menggunakan pola

    arsitektur model view controller (MVC). MVC memberikan keuntungan pada saat

    pembuatan sistem, pemeliharaan sistem, maupun pengembangan sistem

    selanjutnya. Hal ini karena bagian-bagian (model, view, dan controller) dari

    sistem terpisah sehingga ketika satu bagian diubah, maka tidak mempengaruhi

    bagian yang lain [4].

    Untuk mengatasi masalah terbatasnya informasi tentang obyek wisata di

    Pulau Ambon, dapat dikembangkan suatu sistem informasi geografis (GIS) yang

    dilengkapi dengan fasilitas untuk perencanaan perjalanan wisata. Informasi

    tentang lokasi obyek wisata ditampilkan dalam bentuk peta. Selain itu informasi

    yang lain seperti deskripsi singkat lokasi wisata, foto-foto lokasi wisata juga

    disediakan. Fasilitas perencanaan rute perjalanan wisata dapat memberikan

    kemudahaan bagi wisatawan untuk mengatur perjalanan wisatanya.

    Pengembangan sistem informasi tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan

    arsitektur MVC, yang salah satunya disedikan oleh ASP.NET MVC. Arsitektur

    MVC akan memberikan kemudahaan dalam hal pembaruan tampilan dan/atau

    penambahan fitur.

    Aplikasi yang dikembangkan dalam penelitian ini memberikan informasi

    yang terperinci mengenai lokasi wisata yang ada di pulau Ambon, menyediakan

  • 2

    informasi lain seperti alamat hotel atau penginapan, lokasi kantor pemerintahan,

    rumah sakir dan kantor polisi, travel agent, transportasi yang digunakan di pulau

    Ambon, serta jarak dan waktu tempuh perjalanan antar objek wisata. Dengan

    adanya aplikasi rute perjalanan wisata ini dapat membantu wisatawan dalam

    memberikan dukungan penjadwalan atau perencanaan tur guna penghematan

    biaya lewat minimalisasi jarak tempuh dan/atau waktu yang dibutuhkan di Pulau

    Ambon.

    2. Tinjauan Pustaka

    Pada penelitian yang dilakukan oleh Emanuel [5] membahas tentang

    perancangan aplikasi perencanaan perjalanan di Kota Bandung dari satu tempat ke

    tempat lain dengan menggunakan OpenStreetMap XML dan .Net Compact

    Frame-work. Penelitian ini dibuat dengan tujuan membantu pengguna dalam

    mencari tempat dan jalan di Kota Bandung serta informasi rute jalan yang dapat

    ditempuh [5]. Mengacu pada penelitian tersebut, diketahui bahwa aplikasi

    perencanaan perjalanan perlu dilengkapi dengan peta, sehingga pengguna dapat

    memahami informasi secara visual. Pada penelitian tersebut ditemukan kelemahan

    dalam implementasi sistem, yaitu aplikasi pencarian rute tersebut memiliki

    masalah dalam hal kecepatan, karena diimplementasikan pada perangkat mobile

    yang memiliki daya komputasi kecil. Berdasarkan masalah tersebut maka pada

    penelitian yang ini, aplikasi dikembangkan dalam bentuk web, sehingga proses

    komputasi didistribusikan pada server dan pada browser komputer pengguna.

    Sistem informasi pariwisata sangat dibutuhkan oleh suatu daerah sebagai

    penunjang dalam mempromosikan lokasi tujuan wisata di daerah tersebut.

    Penelitian yang dilakukan oleh Putra [6] membahas bagaimana pentingnya

    pengembangan potensi wisata disuatu daerah khususnya di Salatiga, yang

    didukung dengan pola perencanaan dan pengembangan yang menyeluruh dan

    melibatkan pemanfaatan teknologi informasi. Dengan memanfaatkan e-tourism

    dapat mendorong promosi serta penyediaan informasi secara lengkap bagi

    wisatawan, seperti akomodasi, objek wisata, travel agent, serta event yang ada

    sehingga membantu wisatawan untuk mengambil keputusan dalam melakukan

    rencana perjalanan wisata menuju Salatiga. Diharapkan dengan adanya

    perancangan dan implementasi e-tourism yang sudah dilakukan ini dapat

    digunakan sebagai salah satu cara untuk mengembangkan potensi wisata [6].

    Temuan pada penelitian tersebut adalah pentingnya sarana informasi pariwisata

    untuk mengembangkan potensi wisata. Salah satu bentuk sarana yaitu e-tourism.

    Putra memberikan saran pada penelitiannya, bahwa informasi pada web harus

    sering diperbaharui, dengan tujuan untuk menarik perhatian wisatawan.

    Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan terkait Sistem Informasi

    Pariwisata dan Aplikasi Perencanaan Perjalanan, maka akan dilakukan penelitian

    yang membahas tentang perancangan aplikasi rute perjalanan wisata pada sistem

    informasi pariwisata berbasis web di daerah pulau Ambon. Penelitian ini

    diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam mengatur rencana perjalanan

    wisata di pulau Ambon sesuai dengan kebutuhan wisatawan masing-masing atau

    ingin mencari informasi tentang lokasi wisata, akomodasi, kantor pemerintahan,

  • 3

    rumah sakit dan kantor polisi, serta transportasi dan travel agent yang ada di pulau

    Ambon, serta membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan daerah tujuan

    wisata di pulau Ambon. Perbedaan dengan perancangan sebelumnya adalah

    aplikasi rute perjalanan wisata pada sistem informasi pariwisata memberikan

    informasi rencana perjalanan wisata di pulau Ambon yang dapat diatur sesuai

    dengan keinginan wisatawan. Rencana perjalanan yang diatur sudah termasuk rute

    perjalanan, jarak dan waktu tempuh dari tempat penginapan atau hotel sebagai

    titik awal menuju ke lokasi wisata hingga balik lagi ke titik awal.Sistem informasi

    adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa

    sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling

    mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang

    menerimanya[7]. Secara umum, sistem informasi dapat didefinisikan sebagai

    suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-

    orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang

    ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi

    rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap

    kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu

    dasar informasi untuk pengambilan keputusan.

    Pariwisata atau tourism adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk

    rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini.

    Menurut Undang Undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan, yang dimaksud

    dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh

    berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha,

    Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk rekreasi atau liburan, dan juga

    persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini[6].

    Aplikasi rute perjalanan wisata pada Sistem Informasi Pariwisata

    merupakan aplikasi atau sistem yang dapat mengatur rencana rute perjalanan

    wisata sesuai dengan kategori wisata yang diinginkan oleh seorang wisatawan di

    suatu daerah. Selain memilih sesuai kategori, wisatawan juga dapat melihat waktu

    dan jarak tempuh perjalanan wisata, serta mengganti lokasi daerah wisata sesuai

    dengan yang diinginkan. Dengan adanya aplikasi rute perjalanan wisata, seorang

    wisatawan dapat dengan mudah mengatur rencana perjalanan wisata di suatu

    daerah, terutama untuk wisatawan yang belum pernah mengunjungi daerah

    tersebut[8].

    Google Direction Service adalah layanan yang disediakan oleh Google.

    Direction Service bekerja dengan cara memberikan perkiraan arah perjalanan dari

    satu titik ke titik yang lain dengan menggunakan berbagai metode transportasi.

    Objek ini berkomunikasi dengan Layanan Google Maps API Arah yang menerima

    permintaan arah dan mengembalikan hasil dihitung. Direction Service dapat

    menentukan asal-usul dan tujuan baik dalam bentuk string teks (misalnya

    "Chicago" atau "Darwin, NSW, Australia") atau dalam bentuk angka koordinat.

    Hasil yang diberikan oleh Direction Service divisualisasikan dalam Google Map

    [9].

    Google Distance Matrix API adalah sebuah layanan yang disediakan oleh

    Google, yang menyediakan perhitungan jarak dan waktu dari sekumpulan (lintang

    dan bujur lokasi) lokasi awal lokasi tujuan. Informasi yang diberikan adalah

  • 4

    rekomendasi rute perjalanan diantara titik awal dan titik akhir. Untuk dapat

    menggunakan layanan ini, diperlukan API Key, yang dapat diperoleh gratis

    melalui halaman Google Developers Console. [10]

    3. Metode dan Perancangan Sistem

    Penelitian yang dilakukan, diselesaikan melalui tahapan penelitian yang

    terbagi dalam empat tahapan, yaitu: (1) Analisis kebutuhan dan pengumpulan

    data, (2) Perancangan sistem, (3) Implementasi sistem, dan (4) Pengujian sistem

    dan analisis hasil pengujian.

    Analisis Kebutuhan dan Pengumpulan Data

    Perancangan Sistem Meliputi Perancangan Proses (UML)

    Implementasi Sistem

    Pengujian Sistem dan Analisis Hasil Pengujian

    Gambar 1Tahapan Penelitian

    Tahapan penelitian pada Gambar 1, dapat dijelaskan sebagai berikut.

    Tahap pertama: analisis kebutuhan dan pengumpulan data, yaitu melakukan

    analisis kebutuhan apa saja yang dibutuhkan dalam perancangan aplikasi rute

    perjalanan wisata pada sistem informasi pariwisata serta mengidentifikasi masalah

    yang ditemukan dalam melakukan perjalanan wisata di pulau Ambon. Data rute

    perjalanan wisata pada sistem informasi pariwisata merupakan data yang diolah

    oleh seorang administrator, dan user/pengunjung yang dapat melihat dan

    merancang perjalanan wisata berupa pemilihan hotel atau penginapan dan

    mengatur rute perjalanan wisata sesuai kategori wisata yaitu, wisata alam, wisata

    kuliner, wisata sejarah & budaya, wisata religi, dan souvenir & gift shop.

    Kemudian pengumpulan data dilakukan dengan melihat data-data dan brosur yang

    diperoleh dari Dinas Pariwisata Kota Ambon serta mengumpulkan data dengan

    mencari, membaca dari situs internet serta sumber-sumber referensi lain yang

    relevan dengan penelitian yaitu mengenai perancangan aplikasi rute perjalanan

    wisata pada sistem informasi pariwisata di pulau Ambon; Tahap kedua:

    perancangan sistem, yaitu setelah mendapatkan data, dilakukan perancangan

    sistem yang meliputi perancangan proses menggunakan diagram Unified

    Modelling Language (UML) yang bertujuan untuk menggambarkan secara jelas

    alur yang ada pada aplikasi yang dibangun. Perancangan proses menggunakan

    Unified Modelling Language (UML) meliputi use case diagram, activity diagram,

    sequence diagram, dan class diagram; Tahap ketiga: mengimplementasikan hasil

    perancangan sistem, membangun sistem berdasarkan proses yang telah

  • 5

    didefenisikan pada tahap perancangan, yaitu membangun aplikasi/program sesuai

    dalam bentuk aplikasi web. Tahap keempat: pengujian sistem, yaitu akan

    dilakukan pengujian untuk melihat apakah aplikasi yang telah dibuat sudah sesuai

    dengan yang diharapkan dan tidak ada error, jika belum sesuai maka akan

    dilakukan perbaikan. Pengujian meliputi blackbox testing dan User Acceptance

    Test (UAT). [11].

    Gambar 2 Use-case Diagram Sistem

    Gambar 2 menunjukan use-case diagram dari aplikasi rute perjalanan

    wisata pada sistem informasi pariwisata. Use-case diagram tersebut mempunyai

    dua aktor yaitu administrator dan user. Aktor admin dapat mengolah data lokasi

    dan kategori wisata seperti menambah data, mengubah data dan menghapus data.

    Sedangkan aktor user, dapat melihat data lokasi dan membuat plan atau rencana

    rute perjalanannya.

  • 6

    Gambar 3 Activity Diagram User

    Gambar 3 menunjukan activity diagram user, menjelaskan proses user

    mengakses halaman web, kemudian sistem menampilkan halaman utama. Setelah

    itu, user memilih kategori wisata dan sistem akan menampilkan lokasi dan rute

    perjalanan yang disarankan. User kemudian memilih atau mengganti lokasi wisata

    yang diinginkan dan mencetak rute perjalanan wisatanya.

    Gambar 4 Sequence Diagram User

    Gambar 4 menunjukkan sequence diagram yang dilakukan oleh user untuk

    membuat rencana perjalanan wisata. User dapat memilih lokasi dengan

    mengirimkan request ke UI, dan diteruskan ke controller lalu ke entity, kemudian

    mengirim data lokasi untuk ditampilkan kepada user.

  • 7

    Gambar 5 Class Diagram Sistem

    Gambar 5 menunjukkan class diagram yang digunakan di dalam sistem.

    Class-class tersebut merupakan perwakilan dari tabel-tabel yang ada di dalam

    database. Class Lokasi mewakili entitas tabel lokasi, dengan atribut-atribut seperti

    nama, keterangan, lat, lng, dan seterusnya. Demikian pula dengan class Kategori.

    Kedua class tersebut merupakan class entitas. Class entitas terhubung dengan satu

    atau lebih class controller. Sebagai contoh adalah class Lokasi terhubung dengan

    class LokasiControl. Classcontroller menyediakan fungsi-fungsi untuk mengolah

    data entitas, sekaligus menghubungkan dengan class boundary. Class boundary

    pada gambar 5, salah satunya adalah class LokasiUI. Class Lokasi UI merupakan

    class yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Class ini bertugas untuk

    menampilkan data dan menerima input dari pengguna.

  • 8

    Gambar 6 Relasi Tabel

    Gambar 6 menunjukkan tabel yang digunakan oleh sistem untuk

    menyimpan data. Terdapat tiga tabel yaitu tabel lokasi yang menyimpan data-data

    lokasi wisata dan penginapan, tabel kategori yang menyimpan kategori-kategori

    wisata, dan tabel foto yang menyimpan data foto untuk tiap obyek wisata.

    4. Hasil dan Pembahasan

    Berdasarkan hasil perancangan, maka dilakukan implementasi dalam

    bentuk aplikasi berbasis web.

    Gambar 7 Rute Perjalanan Wisata yang Disarankan oleh Sistem

  • 9

    Gambar 8Keterangan Rute Perjalanan per Kategori Wisata

    Gambar 7 menunjukkan peta lokasi wisata dengan kategori yang dipilih

    yaitu “Kuliner”. Lokasi-lokasi wisata dihubungkan dengan jalur yang merupakan

    rute yang direkomendasikan oleh sistem. Gambar 8 menunjukan detail keterangan

    tiap-tiap lokasi wisata.

    Gambar 9 Tampilan Akomodasi

    Gambar 9 menunjukkan tampilan halaman akomodasi. Halaman ini

    menampilkan data-data hotel dan penginapan berserta lokasinya pada peta.

  • 10

    Gambar 10 Tampilan Destinasi

    Gambar 10 menunjukkan tampilan halaman destinasi. Halaman ini

    menampilkan data-data lokasi wisata per kategori, serta lokasinya pada peta.

    Gambar 11 Tampilan Travel dan Transportasi

    Gambar 11 menunjukkan tampilan halaman informasi tentang travel dan

    transportasi. Halaman ini memberikan informasi mengenai transportasi menuju

    Ambon, transportasi yang tersedia ketika untuk berkeliling Ambon, dan agen-agen

    perjalanan yang dapat dihubungi.

    Kode Program 1 Perintah untuk Menampilkan Peta Dengan Google Maps API 1. var map; 2. function initialize() { 3. directionsDisplay = new google.maps.DirectionsRenderer(); 4. geocoder = new google.maps.Geocoder();

  • 11

    5. var myOptions = { 6. center: new google.maps.LatLng(-3.632502, 128.249745), 7. zoom: 11, 8. panControl: true, 9. zoomControl: true, 10. mapTypeControl: true, 11. scaleControl: true, 12. streetViewControl: false, 13. overviewMapControl: false 14. }; 15. map = new google.maps.Map( 16. document.getElementById("map-canvas"), myOptions); 17. }

    Kode Program 1 merupakan perintah untuk menampilkan peta dengan

    menggunakan Google Maps API. Perintah ditulis dengan menggunakan bahasa

    pemrograman JavaScript

    Kode Program 2 Perintah untuk Menampilkan Rute Perjalanan 1. var directionsDisplay; 2. var directionsService = new google.maps.DirectionsService(); 3. function showRoute(start, end, waypoints) { 4. var request = { 5. origin: start, 6. destination: end, 7. waypoints: waypoints, 8. travelMode: google.maps.TravelMode.DRIVING 9. }; 10. 11. directionsService.route(request, function (result, status) { 12. if (status == google.maps.DirectionsStatus.OK) { 13. directionsDisplay.setDirections(result); 14. directionsDisplay.setMap(map); 15. } 16. }); 17. return false; 18. }

    Kode Program 2 merupakan perintah untuk menampilkan rute perjalanan

    wisata yang terdiri dari beberapa titik (baris perintah ke 7). Rute dibentuk dengan

    menggunakan layanan Google Direction (baris 11-14). Rute ini kemudian

    ditampilkan melalui variabel directionDisplay (baris 13-14).

    Pengujian sistem dilakukan untuk menguji fungsi-fungsi aplikasi hasil

    implementasi. Blackbox Testing, dilakukan untuk mengetahui bahwa semua

    fungsi dan fitur pada sistem bekerja dengan tepat. Pengujian dilakukan dengan

    cara melihat fungsi-fungsi pada sistem, kemudian membandingkan hasil

    pengujian dengan hasil yang diharapkan. Hasil dari blackbox testing ditampilkan

    pada Tabel 1. Tabel 1 Hasil Blackbox Testing

    Test

    ID

    Deskripsi Hasil yang Diharapkan Hasil yang

    Diberikan Sistem

    1. User memilih

    lokasi hotel

    sebagai titik awal

    Pada peta dimunculkan

    lokasi hotel yang dipilih

    Sesuai yang

    diharapkan.

    2. User memilih

    kategori wisata

    Pada peta dimunculkan

    titik-titik wisata yang

    sesuai dengan kategori

    terpilih.

    Sesuai yang

    diharapkan.

  • 12

    Pada bagian bawah peta

    ditampilkan detail lokasi-

    lokasi wisata.

    rute perjalanan wisata

    otomatis ditampilkan

    3. User mengubah

    susunan lokasi

    wisata

    Rute perjalanan wisata di

    peta disesuaikan secara

    otomatis

    Sesuai yang

    diharapkan.

    4. User mengganti

    salah satu lokasi

    wisata dengan

    wisata yang lain

    Rute perjalanan wisata

    diperbarahui

    Seusai yang

    diharapkan

    Berdasarkan hasil blackbox testing pada Tabel 1, disimpulkan bahwa

    fungsi-fungsi pada sistem bekerja sesuai dengan yang diharapkan.

    Pengujian kedua yang dilakukan terhadap aplikasi sistem berupa User

    Acceptance Test (UAT) untuk mengetahui sejauh mana aplikasi ini mencakup

    kebutuhan user, pada tahapan ini diminta tanggapan user tentang aplikasi sistem

    informasi ini sebagai bahan evaluasi. Berikut ini adalah hasil prosentasi dari

    kuesioner yang telah dibagikan pada 30 orang responden. Hasil pengujian

    ditunjukkan pada Tabel 2.

    Tabel 2 Hasil Pengujian Pengguna

    No Pertanyaan Jumlah

    1 Aplikasi sistem rute perjalanan wisata ini mudah

    digunakan atau dioperasikan.

    a. setuju

    b. ragu-ragu

    c. tidak setuju

    27

    3

    0

    2 Sistem rute perjalanan wisata memberikan

    informasi yang bermanfaat.

    a. setuju

    b. ragu-ragu

    c. tidak setuju

    27

    2

    1

    3 Sistem rute perjalanan wisata ini dapat

    mempromosikan wisata-wisata di Pulau Ambon.

    a. setuju

    b. ragu-ragu

    c. tidak setuju

    30

    0

    0

    4 Tampilan aplikasi sistem rute perjalanan

    wisataini menarik.

    a. setuju

    b. ragu-ragu

    c. tidak setuju

    30

    0

    0

  • 13

    5 Keseluruhan aplikasi sistem rute perjalanan

    wisataini bagus.

    a. setuju

    b. ragu-ragu

    c. tidak setuju

    26

    4

    0

    Hasil kuesioner menujukkan bahwa aplikasi rute perjalanan wisata pada

    sistem informasi pariwisata ini dapat diterima oleh user.

    5. Simpulan

    Berdasarkan perancangan dan pengujian diperoleh kesimpulan yaitu: (1)

    aplikasi rute perjalanan wisata pada Sistem Informasi Pariwisata berbasis web

    dapat dikembangkan dengan menggunakan teknologi ASP.Net MVC; (2)

    Berdasarkan hasil pengujian, aplikasi rute perjalanan wisata dapat bekerja sesuai

    dengan rancangan yang telah dibuat, dan dapat diterima oleh pengguna. Saran

    yang dapat diberikan untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut adalah: (1)

    Aplikasi rute perjalanan wisata dapat dikembangkan dalam bentuk aplikasi mobile

    (Android, iOS, dll).

  • 14

    6. Daftar Pustaka

    [1]. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 2013. Proyeksi Penduduk

    Indonesia 2010-2035. Jakarta: Badan Pusat Statistik, Jakarta-Indonesia.

    [2]. BPS Kota Ambon 2014. Kota Ambon dalam Angka. Badan Pusat Statistik

    Kota Ambon

    [3]. Pan, B. In press. Developing Web-Based Tourist Information Tools Using

    Google Map 2 Recent Developments on Ubiquitous Computing and

    Mapping.

    [4]. Touselak, M. 2012. Aplikasi Rencana Studi Menggunakan Metode Model

    View Controller (Studi Kasus: FTI UKSW). Program Studi Teknik

    Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya

    Wacana

    [5]. Emanuel, A. W. R. & Wiraguna, A. 2011. Aplikasi Perencanaan

    Perjalanan Kota Bandung dengan Memanfaatkan OpenStreetMap XML

    dan. NET Compact Framework di PDA dengan Teknologi Pencarian Rute

    Algoritma A*. Jurnal Informatika 3, pp–1.

    [6]. Putra, C., Iriani, A. & Manuputty, A. D. 2011. Perancangan dan

    Implementasi E-Tourism pada Sistem Informasi Pariwisata Salatiga.

    [7]. Mulyanto, A. 2009. Sistem Informasi: Konsep & Aplikasi.

    [8]. Pan, B., Crotts, J. C. & Muller, B. 2007. Developing web-based tourist

    information tools using google map. Information and Communication

    Technologies in Tourism 2007 , 503–512.

    [9]. Google Developers 2012. Direction Service.

    https://developers.google.com/maps/documentation/javascript/directions.

    Diakses tanggal 1 Mei 2012.

    [10]. Google Developers 2015. Google Maps Distance Matrix API.

    https://developers.google.com/maps/documentation/distancematrix/.

    Diakses pada 4 April 2015

    [11]. Beizer, B. & Vinter, O. 1990. Software testing techniques: Bug Taxonomy

    and Statistics (Amended Appendix). Appendix